kisah anak smp gay

Angin semilir menerpa wajah dan tubuhku,terasa sejuk
membelai rambutku. Sejenak ku hela napas,sekedar
melepas beban pikran dari kepalaku,,tiba tiba ingatanku
melayang bak frame film yang memutar kisah tiga tahun
lalu…. Awal perkenalanku dengan dia.. “ siapa namanya mas ?” tanyaku. ” Gerry,kamu anaknya ce anah ya??”tanyanya. “ ya mas gerry ,aq sementara disini,,sambil nunggu
kerjaan,kata ibu bntar lagi aq mau dimasukkin ke bank
baru…jadi OB”, Dan selanjutnya kami pun sudah akrab seperti orang
yang telah lama kenal.. Waktu itu aku barusan keluar dari tempat kerjaku
sebagai buruh pabrik. Kemudian atas bantuan emak aku
yang berprofesi sebagai PRT di rumah dinas wakil bupati
aku bakal dimasukkan sebagai OB di BPR punya pemda.
Ya berkat jasa emak aku yang meminta lowongan pada
pak wabup akhirnya aku bisa memperoleh kerjaan lagi. Sedangkan gerry adalah seorang pegawai honorer yang
bertugas mengurus rumah dinas pak wabup,sudah lama
dia bertugas di sana sejak wabup yg dahulu masih
bertugas,artinya dia bekrja sudah dua periode masa
jabatan wabup. Gerry anaknya sangat ramah, usianya mungkin
sepantaran denganku, sambil menunggu BPR resmi
dibuka, aku tidur sekamar dengannya,karna buat ngkost
tentu belum mampu,aku tinggal di rumdin wabup sampai
aku benar bekerja di kantor baruku, Hari hariku dengan gerry… Selama aku dirumah dinas wabup hari hariku ku isi
dengan membantu tugas tugas gerry seperti menyapu
ngepel,atau cuci mobil. Dengan anak anak pak wabup
sendiri aku tak kesulitan beradapatsi,kebetulan
semuanya cewek,karena anak pak wabup yang cowok
sudah pada mandiri. Dengan gerry aku sangat dekat karena kemana saja
kami selalu bersama makan,tidur,kerja,selalu kami
lakukan bersama,cuman mandi aja yg gak bareng J dari
kedekatan kami itulah sering kami diledekin sama ajudan
ajudan dan sopir sopir pak wabup seperti suami
istri,,haha ada ada aja..tapi kami enjoy dan tampaknya gerry tidak marah hanya senyum senyum aja. Latar belakang gerry pun tidak jauh beda
sepertiku,ibunya menjanda dan jualan jamu keliling sama
seperti emak yg sudah janda, hanya yang membuat aku
prihatin saat ku diajak main ke rumahnya kuliat kondisi
fisik ibunya yg cacat,kakinya kecil sebelah,jalannya
pincang, aku merasa terenyuh dan kasihan..ah,gerry… Gerry anaknya sangat solider sama kawan,ia tidak pelit
mentraktir ataupun bagi uang,,kadang kadang dia
dikasih tips sama ibu atau anak pak wabup sehabis
nyetir dan sering dia bagi denganku,kadang aku
menolak karena tak enak namun dia memaksa mungkin
tahu kondisiku yg belum bekerja,hal inilah yg membuatku kagum dan pelan pelan aku mulai merasa
ada sesuatu..perasaan aneh yg tak pernah kualami
sbelumnya,sebagai cowok straight tentu aku harus
membunuh semua rasa itu,,hmm Tak kupungkiri kedekatanku dengannya memberi warna
baru dihidupku, sifat dan tingkahlakunya yg
ramah,narsis,lucu,solider,sekaligus gentle n macho
membuatku kagum,aku benar2 terpesona suaranya yg
khas begitu indah di kupingku berbanding terbalik
dengan aku yg cenderung pendiam n agak introvert,rasanya semua yg ada didirinya ingin ku
miliki,aku sering mengeluh dalam hati,jangan sampai
perasaanku melebihi sewajarnya… Kejadian yang aneh… aku serig pinjam hp gerry sekedar buat maen game,dia
pun ga pelit minjamin aku hpnya karena hpku tergolong
jadul n ga ada game yg menarik,selain maen game yg
paling kusukai dari hpnya apalgi kalau bukan koleksi
filmya,,ada puluhan film2 hot yang sering ku
tonton,kalau lagi nonton, gerry Cuma senyum2 aja liat wajahku yg merah n bolak balik ke kamar
mandi,,haha,aku benr2 masih hijau dan jarang liat
begituan makanya ga bisa nahan.. pada suatu sore,aku diajak gerry ke kampung
halamannya,nongkrong2 n minum sampe tengah malam
bersama kawan kawannya gerry, kami minum entah
berapa gelas anggur putih yg dicampur extra joss
sampai2 kpalaku terasa pening,di tengah malam kami
pulang ke rumdin wabup berkendaraan motor dan ngebut sehingga otomatis aku memeluk dia erat2,
sungguh malam itu kupasrahkan jiwa ragaku di
tanganny,,karena kepalaku dah pusing dan badan terasa
amat panas karena pengaruh alkohol. Sesampainya di rumdin wabup kami langsung rebahan di
kamar,karena pengaruh panasnya alkohol malam itu
kami tidur telanjang,,cuman mengenakan cd tanpa
baju ,aku tidur seranjang bereng gerry, musik kami setel
keras2 dengan backsound musik underground
menambah hotnya kamar kami,kebetulan kamar kami cukup jauh dari rumah utama sehingga kami sering
menyetel musik keras2 tanpa takut diprotes
tetangga,,hehehe Sialnya malam itu banyak banget nyamuk sehingga
seprei kami jadikan selimut dan kmi tidur berada dalam
satu selimut. Badan kami yg bugil saling bersentuhan,dan
sialnya lagi gerry malah ngajak ngobrol tentang
sex,,hmmm… “ger, ngesex tu rasanya enak ya ?” “iyalah,enak banget..” “enak mana sama coli ??” “jauh,,enak ngesex kalo coli itu kan dipaksa,kalo itu
kan alami “ “o,aku lihat di filem filem itu di emut juga , emang enak
mana sich di emut sama dimasukin ke vagina?” “sebenernya lebih enak di emut pake mulut daripada
pake itu,lebih kerasa..”kata Gerry. “ah,sotoy kamu emang kamu udah pernah apa??”
tanyaku smakin penasaran n tanpa terasa dedekku ikut
tegang juga,hehehe J “kalo kamu mau aku punya temen cewek,dia bisa
dipake,,gimana??,aku yg bayarin deh,,”kata dia. Aku diam saja,tapi kepalaku malah kusenderkan ke
bahunya. “apa kamu deket2,sana mulut kamu bau
tauu..haaha”katanya sambil mendorong badanku. Aku
yang didorong2 begitu justru semakin nakal,ku pegang
kontolnya sambil tertawa2. “ger,aku kocokin kontol kamu yaa??”kataku ngeliat
kontolnya yang besar malah semakin penasaran,aku
ingin melihat live show seperti di dalam hapenya,apalagi
kalau gerry yg meringis meringis pasti nampak sexy… Dia diam aja di perlakukan begitu,malah dia ambil
hanbody di atas salon,langsung aku lumuri tanganku
pake handbody dan melakukan handjob buat dia,dia
tampak menikmati sambil merem2 ke enakan,aku kocokin
sambil ngeliatin mukanya yg sexy. “mana punyamu,sini aku kocokin juga..”katanya. aku
tidak mau karena selain ingin melihat ekspresinya,aku
juga merasa ga pede,soalnya punyaku ga sebesar punya
dia,malam itu aku kocokin dia sampek puas. Crooot,crooot,croott banyak sekali pejuhnya yang
tumpah diperutnya,,dia ambil kaos dalemnya yg
tergeletak dan memberikannya padaku, “di lap aja pake ini..”katanya. dengan sigap ku lap
semua pejuhnya dan ku pasang cdnya di tempatnya,aku
yg horny akhirnya ke kamar mandi,coly… Esoknya aku bersikap seperti biasa sama dia,setiap aku
menyinggung kejadian semalem dia malah marah marah,
jadi aku ga berani lagi,hehehe. Wah rasanya kok malah
ketagihan, malamnya aku beraksi lagi,walaupun agak
tegang tapi ya dia juga mau dan menikmati bahkan
waktu aku buat cupangan di dadanya malah dengan sengaja dia pamerin ke semua orang. Banggakah dia?? I
dont know… Sejak kejdian itu justru hubunganku dengannya semakin
memburuk. Kami lebih banyak diam tapi kegiatan
mengasyikan itu masih terus saja,entah apa dalam
pikirannya sedangkan dipikiranku justru
bingung,persahabatan ini terlalu berlebihan dan tidak
wajar. Kini gerry selalu menjaga jarak denganku,siang hari jarang ngajak ngobrol atau mengajak aku main
keteman temannya,aku semakin curiga,apakah dia
ceritakan semua kejadian itu kepada orang lain??,,
huh,aku semakin bete sama dia. Dan pada suatu malam
saat dia meminta jatahnya aku justru menolak dan
menendangnya, kemarahanku memuncak dan esoknya dia semakin mengacuhkan aku. Berhari hari sampai
emakku bertanya “emang ada apa diantara kalian,koq
gerry jadi cuek ama kamu???” “ga tau mak,biarin aja dia kaya gitu..”kataku Karena tak tahan dimusuhin terus sama dia,aku pamit
sama emak “mak,jenuh nie disini terus nunggu
kerjaan,aku mau pulang kampung ajalah..” “ya sudah,tunggu dikampung aja nanti di sms kalo
udah mau masuk”kata emakku. Akhirnya aku pulang
kampung dengan perasaan kecewa dengan tingkahnya
gerry. Aku ga bisa terima diperlakukan seperti itu
padahal kan yang enak dia,aku udah capek2 sampek
tanganku pegal buat colliin dia J ga pernah dianggap,apalagi ngucapin terimakasih?,,hehehe. Aku
justru tak tenang nie dikampung dan ku smsin si gerry
“Ger,kamu cerita ya ama orang2 tentang kita???,,ga
usah ke GR an lo ya,dasar norak n kampungan
“ ,namun smsku tak pernah digubrisnya,hingga suatu
hari… “mamak tanya sama gerry,kenapa kok kamu sekarang
musuhan sama gerry,katanya kamu suka gerayangin dia
waktu tidur ya?tapi dia nggak mau,dia sampai sumpah
sumpah loh sama mamak,bener gak itu???” emakku
nelpon aku dengan panik. Waduuuh,,mampus aku ,,kok
tega teganya sie gerry ngomong ke emakku. “nggak mak,sumpah demi Alloh bukan kayak gitu
kejadiannya,gak bener itu “kataku,,ya iyaa laah ga
bener orang dia mau n lagi sadar seratus persen,bukan
lagi tidur,,boonk kan dia??.hehehe “ya udah,kamu kesini,dia bilang ke semua orang
sampek sumpah sumpah segala,kamu harus membela
diri,fitnah itu,tampar apa pukul aja dia”kata emakku
dengan nada gemas. “iya,aku berani sumpah itu gak bener,dasar pengecut
nieh dia tu ,tapi aku ga mau rame lah mak,mamak kan
tau bapak wabup lagi mau operasi
jantung”kataku,cukup kaget,kecewa dan marah
dengan kenekatan si gerry,tega bener dia mencoreng
nama baikku,dasar tak tau terima kasih,, “iya,pokoknya kamu harus pukul dia”kata emakku.
Woooww,,gimana nieh?? Serba rumit aku hanya bisa
menangis dalam hati,sakiiiit rasa hati ini,sekejam itukah
dia ingin menghancurkan kebahagiaan emakku,,ya yg
kupikirkan emak,gimana perasaannya pasti emak
bakalan malu kalo tau anaknya seperti ini,tapi ini bukan kehendakku,,entah mengapa aku seperti ini,kehilangan
kendali,mungkin waktu dan keadaan sepertinya yg
membuat semua ini terjadi… Tapi aku harus tegar,biarlah yang udah terjadi akan
kupertanggung jawabkan. Akhirnya kuputuskan untuk
kembali ke rumdin wabup. Di rumah dinas keadaannya menjadi lain,aku yang
tadinya dongkol setengah mati sama gerry,berniat
meninju atau menendang dia malah tak bisa berbuat apa
apa. Aku hanya diam saja,setiap melihat mukanya aku
menunduk,aku bener bener gak tega lihat dia,boro boro
mau menyakitinya,aku sangat mencintai dia,,,ya aku bener bener cinta dia. Emakku heran liat sikapku,tapi tak
berani tanya padaku, mungkin dalam pikiran emakku itu
tandanya anaknya memang homo,atau mungkin
anaknya sudah dewasa sehingga bisa meredam
emosi,,,tapi ku katakan juga sama emakku kalau aku
nggak mau malu dan nggak enak sama keluarga bapak wabup,kalau aku sampe berantem sama gerry. Kebetulan calon direksi (sekarang jadi pimpinanku di
kantor ) datang,karena kantor baruku segera
beroperasional dan beliau ditempatkan menginap di
rumah dinas,aku secara otomatis pindah ke tempat beliau
karena di rumah dinasnya beliau tidak membawa
keluarga. Lumayanlah daripada aku dekat gerry,bikin sakit hati aja. Sejak itu aku ikut sama pimpinanku,karena kebetulan dia
tidak membawa keluarga dan seminggu sekali dia ke
jakarta,aku tidak lagi tinggal di rumah dinas wabup dan
tak pernah ketemu gerry,gak lama emakku pun berhenti
kerja karena harus mengurus kakek yang sakit sakitan.
pak wabup sekarang menjadi bupati karena bupati yang lama tersandung kasus korupsi dan gerry menjadi PNS,
aku bekerja sambil kuliah ngambil kelas ekstensi
sehingga menjadi sibuk dan lupa sama gerry. Sekarang
posisiku staf di kantorku,tidak lagi menjadi OB. Aku
cukup mendapat pelajaran dari kejadian dengan gerry
dan tak pernah lagi membuka hati untuk cowok,aku berusaha hidup normal,meski samapai kini belum
menemukan wanita yang tepat untuk dijadikan istri. Aku berusaha melupakan gerry,terlalu sakit hati ini
dibuatnya,kadang kami berjumpa di kantor pemda,tapi
seolah tak kenal,kami saling diam,saling membuang
muka,aku sakit setiap melihat sosoknya namun masih ku
akui,dalam hatiku masih ada cinta yang teramat besar
untuknya. Angin malam terasa semakin dingin menerpa
badanku,namun justru hatiku yang menderita.
Kupandangi lekat lekat surat undangan berwarna pink
yang diterima emak tadi siang,ada nama gerry disana
sebagai mempelai pria. “gerry sahabatku,meski kau tak pernah bisa
mencintaiku,dan tak mungkin bisa memilikimu,namun
namamu selalu ada dalam sanubariku,,semoga
bahagia,dengan hidupmu yang baru.. “tak kuasa
mengalir butiran air mata,sakit sekali menikam ulu
hatiku…namun hidup terus berjalan dan aku tak boleh menyerah, aku harus bangkit meraih masa depanku..

0 komentar: